Opini yang dikemukakan oleh Komisioner menanggapi isu-isu di bidang telekomunikasi.

[Video] Tips Menghindari Kejahatan Pembajakan Kode Rahasia (OTP)

Berikut video edukasi cerdas bertelekomunikasi, edisi "Tips Menghindari Kejahatan Pembajakan Kode Rahasia (OTP)":

[Video] Tips Menghindari Kejahatan SIM Swap

Berikut video edukasi cerdas bertelekomunikasi, edisi "Tips Menghindari Kejahatan SIM Swap":

Registrasi Kartu Seluler Prabayar Akan Diperketat, Biometrik Dipertimbangkan

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berencana memperketat proses registrasi kartu prabayar seluler untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan data pengguna, salah satunya dengan mengkaji kemungkinan menerapkan otentikasi biometrik.

Komisioner BRTI, I Ketut Prihadi Kresna Murti, autentikasi biometrik akan menjadi proses tambahan selain harus menyertakan identitas lainnya berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP dan Kartu Keluarga (KK). BRTI telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan operator terkait penerapan rencana tersebut. Autentikasi biometrik ini meliputi penggunaan sidik jari atau pengenalan wajah.

"Kami perlu meyakini dahulu metode ini memang bisa dijalankan, terutama dari sistemnya. Hal ini karena sistemnya tidak hanya dari Kemkominfo dan operator saja, tapi juga general dari Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil)," jelas Ketut di kantor Kemkominfo di Jakarta, Rabu (22/1/2020) seperti dikuti Liputan6 ( https://www.liputan6.com/tekno/read/4161819/brti-kaji-autentikasi-biometrik-untuk-registrasi-kartu-sim ) dan Selular.id (link https://selular.id/2020/01/brti-registrasi-sim-card-akan-menerapkan-otentikasi-biometrik/ ).

Menurut Ketut, koordinasi dengan pihak Disdukcapil dilakukan untuk mengetahui kesiapan regulasi tersebut jika dijalankan, termasuk dari sisi teknis. "Di Dukcapil, kami harus tahu dahulu seberapa kuat jaringan di sana untuk bisa menerima registrasi kartu SIM dengan autentikasi biometrik," tuturnya.

Dia berharap regulasi soal autentikasi biometrik tersebut bisa dieksekusi pada tahun ini. "Setelah ini semua dirasakan bisa dari Kemkominfo, operator, dan Dukcapil, baru kami terapkan peraturannya dan kapan dimulainya. Kami harapkan tahun ini bisa jalan, tapi kami mesti lihat kesiapannya secara keseluruhan," kata Ketut.

Saat ini, proses registrasi kartu SIM prabayar membutuhkan NIK KTP dan KK. Proses pendaftarannya melalui SMS ke nomor 4444. Menurut Ketut, proses tersebut belum cukup efektif menangkal potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna layanan seluler. Metode autentikasi biometrik diharapkan dapat memperkuat keamanan data para pengguna.

"Kalau data biometrik tidak semudah itu disalahgunakan. Misalnya, sidik jari orang saja juga berbeda," sambungnya.

Ketut mengungkapkan, metode autentikasi biometrik untuk tahap awal akan diberlakukan untuk pengguna baru kartu SIM prabayar. Namun, mereka juga tetap harus menyertakan NIK KTP dan KK.

"Jadi kalau sudah diterapkan autentikasi biometrik, kalau datanya ingin dipakai, harus ada foto wajah, iris mata atau sidik jarinya. Terserah operator, mau menggunakan autentikasi yang mana," kata Ketut.

Untuk layanan lain seperti pascabayar, Ketut juga menyatakan hal tersebut bisa dilakukan. Otentikasi biometrik bagi pelanggan pascabayar nantinya diharapkan bisa juga lebih melindungi data-data konsumen di dalamnya, terlebih, untuk keperluan pembayaran.

Cara Meregistrasi Kartu SIM Pra Bayar Seluler (Video)

Berikut bagaimana cara untuk meregistrasi Kartu SIM Pra Bayar Seluler Anda :

 

Mengapa Kartu SIM Seluler Anda Harus Teregistrasi dengan Benar?

Berikut penjelasan terkait pelaksanaan Registrasi Kartu SIM Pra Bayar Seluler :

 

image