Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia disingkat BRTI adalah sebuah lembaga yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia. BRTI dibentuk berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. BRTI merupakan bagian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, dan Komite Regulasi Telekomunikasi yang terdiri atas unsur pemerintah dan unsur masyarakat.

images

Kantor Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia

Telekomunikasi mempunyai sifat yang berubah terus menerus, nyaris tidak bertepi dan mampu mengubah tatanan wajah dunia, mengubah pola pikir manusia, memengaruhi perilaku dan kehidupan umat manusia. Telekomunikasi saat ini sudah menjadi kebutuhan hidup yang disejajarkan dengan hak asasi manusia. Dua puluh dua tahun lalu telekomunikasi Indonesia memasuki sejarah baru. Lewat Undang-undang Nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi, sektor ini resmi menanggalkan privilege monopolinya untuk segera bertransisi ke era kompetisi. Kompetitor baru pun diundang masuk menjadi operator jaringan maupun jasa di sektor ini.

Dengan memperhatikan perkembangan Teknologi Informasi, konvergensi telematika, dan kebutuhan masyarakat serta para pemangku kepentingan, fungsi BRTI selain bidang telekomunikasi perlu mencakup bidang pengembangan infrastruktur penyiaran dan aplikasi informatika berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018.

A. Pengaturan meliputi penyusunan dan penetapan ketentuan :

Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, penyelenggaraan jasa telekomunikasi, pengembangan infrastruktur penyiaran, dan sumber daya telekomunikasi dan penyiaran yaitu:
a) Standar kinerja operasi;
b) Standar kualitas layanan;
c) Standar layanan interkoneksi;
d) Standar alat dan perangkat telekomunikasi dan penyiaran;
e) Pengembangan digitalisasi penyiaran dan multimedia; dan
f) Penataan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit.

Informatika, yaitu:
a) Peningkatan teknologi dan infrastruktur informatika;
b) Pemberdayaan informatika;
c) Ekonomi digital; dan
d) Internet

B. Pengawasan :

Kinerja operasi dan persaingan usaha penyelenggaraan jaringan dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi dan penyiaran, dan penggunaan frekuensi radio dan orbit satelit; dan

Peningkatan teknologi dan infrastruktur informatika, pemberdayaan informatika, ekonomi digital, dan internet.

C. Pengendalian :

Penyelesaian perselisihan antar penyelenggara telekomunikasi, penerapan standar kualitas layanan, penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi dan penyiaran , dan/atau penggunaan frekuensi radio dan orbit satelit; dan

Pelaksanan peningkatan teknologi dan infrastruktur informatika, pemberdayaan informatika, ekonomi digital dan internet.

D. Tugas lain yang diberikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika.

images

Semuel Abrijani Pangerapan

Wakil Ketua

Merupakan Dirjen Aptika yang sekaligus menjadi Wakil Ketua BRTI periode 2018-2022. Alumni Fresno State University of California, Amerika Serikat Major in Business, Minor in Information Management ini adalah sosok baru di Pemerintahan dan mempunyai banyak pengalaman di sektor Industri TIK. Merintis karier pertamanya di PT. Reyka Wahana Perkasa (Rajawali Group) dan terakhir tercatat sebagai President Director PT. Jasnita Telekomindo, Jakarta-Indonesia (Transpacific Group).

Mempunyai banyak sertifikat pelatihan seperti Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT ) tahun 2004 s.d. 2007, ICT Indicators and Statistic tahun 2007, ASEAN TELMIN/ASEAN TELSOM tahun 2008, Internet Governance Forum (IGF) tahun 2010 s.d. 2013, ITU/NBTC Regional Forum and Training Workshop on Telecommunication tahun 2014.

Tugas baru sebagai Dirjen Aptika kini diembannya setelah melalui seleksi yang ketat dari beberapa calon unggul. Ditjen Aptika memiliki kewenangan dalam pengaturan, pengelolaan, serta pengendalian sumber daya bidang informatika yang terkait dengan penggunaan oleh internal (pemerintah) maupun publik.

images

Agung Harsoyo

Anggota Komite

Lahir di Yogyakarta, 14 September 1969. Meraih gelar Sarjana (S1) bidang Teknik Elektro pada tahun 1993 di Institut Teknologi Bandung. Melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana (S2) bidang Telecommunication Signal Processing dan Optoelectronics di Ecole Nationale Superieure Des Telecommunications de Bretagne dan Universite de Beretagne Occidentale di Perancis pada tahun 1996. Dan tahun 2003 memperoleh gelar Doktor (S3) bidang Optics di Universite de Bretagne Sud, Perancis.

Sering diminta sebagai saksi ahli dalam berbagai kasus bidang telekomunikasi (IT) dan juga sebagai narasumber untuk sektor pendidikan dan industri telekomunikasi.

Pernah aktif di SEAMOLEC sebagai Tim Ahli Studi Kelayakan Satelit Pendidikan Indonesia pada tahun 2009. Sebagai Tim Verifikasi Jaringan Pendidikan Nasional di PUSTEKKOM tahun 2009 sampai dengan saat ini. Dan pernah aktif juga bersama BPPT dalam pembuatan Standardisasi Teknis e-voting Indonesia.

images

Bambang Priantono

Anggota Komite

Lahir di Palembang, 28 Januari 1963. Meraih gelar Sarjana (S1) jurusan Teknik Elektro pada tahun 1986 di ITB. Menyelesaikan pendidikan paska sarjana (S2) bidang Manajemen Telekomunikasi pada tahun 2000 di Universitas Indonesia. Dan meraih program Doktor bidang Kebijakan Publik pada tahun 2012 di Universitas Indonesia.

Awal karir dimulai PT Indosat Tbk dengan posisi terakhir sebagai Advisor to President Director. Pernah juga menjabat sebagai President Director Indosat Japan Kabusiki Kaisha di tahun 1995 s.d. 2001, Director of Marketing and Sales PT Indosat Mega Media di tahun 2002 s.d. 2003, Komisaris PT Indosat Mega Media di tahun 2006 s.d. 2008, Member of Bord Director Indosat Singapore Private Limited (ISPL) di tahun 2007 s.d. 2008, Komisaris PT Lintas Media Denawa di tahun 2008 s.d. 2013, Komisaris PT Artajasa Pembayaran Elektronik di tahun 2013 s.d. 2014, Director of Operation PT Aplikasi Lintasarta di tahun 2008 s.d. 2014, dan masih aktif sebagai Direktur Utama LSP Telekomunikasi tahun 2016 s.d. sekarang.

images

I Ketut Prihadi Kresna

Anggota Komite

Lahir di Jakarta 06 Februari 1965. Meraih gelar Sarjana (S1) Jurusan Hukum Perdata pada tahun 1993 di Unversitas Islam Jakarta. Menyelesaikan pendidikan pasca sarjana (S2) bidang Telecommunication Law pada tahun 1998 di the University of Melbourne, Australia. Kemudian melanjutkan pendidikan doktor (S3) bidang e-commerce Law di the University of Adelaide, Australia.

Memulai karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sampai pada posisi terakhir adalah Kepala Bagian Hukum Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian berkarir di Bahar & Partners – Law Firm sebagai Legal Counsel Bidang Hukum Telekomunikasi. Setelah itu di PT Indosiar Visual Mandiri sebagai Corporate Secretary & Regulatory Division Head.

Aktif juga di Masyarakat Telematika (Mastel) dan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).

images

Johny Siswadi

Anggota Komite

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Sumatera Utara, Medan, pada tahun 1987 dan pasca sarjana hukum di Universitas Parahyangan, Bandung, pada tahun 2000. Pada tahun 1992-1993, ia memperoleh bea siswa dari Carl Düisberg Gesselschäft (CDG) untuk belajar manajemen telekomunikasi di Bremen, Jerman, diselenggarakan oleh Die Fortbildung von Fach- und Führungkräften aus Entwicklungländern (FFFE) dari Deütsche Telekom. Ia juga telah mengikuti berbagai seminar dan pelatihan internasional maupun domestik di bidang-bidang manajemen, valuasi bisnis, multiplikasi ketrampilan dan pengetahuan, bisnis telekomunikasi dan bisnis pada umumnya, peraturan dan hukum, dan sebagainya.

Sebelum bergabung di BRTI, ia berprofesi sebagai Advokat dan Konsultan Hukum di Kantor Hukum “Pusat Informasi Hukum Indonesia” di Bandung (2016-2018) setelah sebelumnya bekerja sekaligus sebagai pendiri Firma Hukum “Toyo, Josis and Partners” di Bandung (2013-2015) bertindak sebagai Advokat dan  Konsultan Hukum pula. Paralel dengan profesi tersebut, ia juga pernah menduduki co-Chairman Mastel Institute yang merupakan unit ad hoc Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) pada periode 2016-2017. Mulai tahun 2018 hingga sekarang, ia juga menjadi anggota Dewan Profesi dan Asosiasi Mastel.

Selama lebih dari 2 (dua) dekade sebelum tahun 2013, ia bekerja sebagai karyawan BUMN telekomunikasi dan anak perusahaan utamanya, pernah menjadi in-house lawyer, kemudian memegang berbagai jabatan di level senior manajemen yang menanggungjawabi bidang-bidang bisnis, hukum dan kepatuhan, regulasi telekomunikasi, tata kelola korporasi, urusan umum, dan manajemen konsultansi.

Ia berpengalaman luas dan mendalam untuk penanganan berbagai masalah hukum seperti transaksi komersial, merger dan akuisisi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), penyelesaian sengketa, litigasi, riset hukum, akuisisi tanah, perpajakan, ketenagakerjaan, hak atas kekayaan intelektual (HAKI), persaingan usaha, asuransi, dan lain-lain.

Ia mampu berbicara dan menulis dalam Bahasa Inggris setara dengan dalam Bahasa Indonesia. Bahasa Jerman menjadi bahasa asing yang cukup dikuasainya setelah Bahasa Inggris.

images

Rolly Rochmad Purnomo

Anggota Komite

Lahir di Solo 22 Juni 1970. Meraih gelar Sarjana (S1) jurusan Teknik Elektro Telekomunikasi pada tahun 1993 di Universitas Indonesia. Meraih program pasca sarjana (S2) bidang Manajemen Keuangan pada tahun 1997 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan bidang Information System pada tahun 2001 di Hogeschol van Amhem en Nijmegen, Belanda. Gelar Doktoral (S3) bidang Public Policy diraihnya pada tahun 2010 di the Australian National University, Australia.

Mengawali karir sebagai Surveyor Transmisi Optik dan Microwave di PT LEN Industri (Persero). Kemudian sebagai Staf Perencana Subsektor Pos dan Telekomunikasi di Bappenas. Lalu sebagai Investigator Senior dan Kabag Monitoring dan Pengawasan di KPPU.

images

Setyardi Widodo

Anggota Komite

Lahir di Purworejo, 29 Mei 1975. Menyelesaian Program Sarjana (S1) bidang Teknik Fisika pada tahun 1999 di ITB. Meraih gelar pasca sarjana (S2) bidang Administrasi Bisnis pada tahun 2015 di Universitas Indonesia.

Sebelum di BRTI, mengawali karir sebagai reporter bidang teknologi informasi dan telekomunikasi di Harian Bisnis Indonesia pada tahun 2000 s.d. 2004, Asisten Redaktur Bisnis Indonesia di tahun 2004 s.d. 2008, Redaktur Bisnis Indonesia di tahun 2008 s.d. 2012, Managing Editor Harian Bisnis Indonesia pada tahun 2012 s.d. 2013. Selanjutnya, Managing Editor Bisnis.com di tahun 2013 s.d. 2016, lalu General Manager PT Navigator Informasi Sibermedia pada tahun 2017 dan merangkap sebagai General Manager di PT Jurnalindo Aksara Grafika mulai tahun 2018.

images

R Susanto

Anggota Komite

Lahir di Yogyakarta, 28 September 1961. Meraih gelar Sarjana (S1) bidang Ekonomi Perusahaan di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana (S2) bidang Administrasi Bisnis di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Awal karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomuniaksi Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan posisi terakhir sebagai Sekretaris Direktotar Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika sampai dengan sekarang.

Kontribusinya dalam pengkajian, perumusan sera evaluasi kebijakan strategis sehingga tercapainya target, sasaran, dan program prioritas Kementerian Komunikasi dan Informatika di lingkungan Direktorat Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Memfasilitasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam simplifikasi perizinan saat menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika.

images

Wayan Toni Supriyanto

Anggota Komite

Lahir di Lampung, 10 Desember 1971. Meraih gelar Sarjana (S1) bidang Teknik Telekomunikasi pada tahun 1995 di Institut Sains dan Teknologi Nasional. Menyelesaikan gelar Pasca Sarjana (S2) bidang Manajemen pada tahun 2000 di Universitas Borobudur.

Awal karir dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan berbagai pengalaman tugas yang pernah diembannya. Pernah terlibat dalam Tim Penyusunan UU 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Tim Penyusunan PP 52 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, Tim Penyusunan PM Kominfo Nomor 20 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi, Tim Penyusunan PM Kominfo Nomor 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, dan Tim Penyusunan berbagi regulasi telkeomunikasi yang mengatur kelembagaan (BRTI dan IDSIRTII) dan Rencana Dasar Teknik (FTP).

Pernah ditugaskan sebagai delegasi Indonesia dalam sidang-sidang internasional yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), Asia-Pacific Telcommunity (APT), Asia-Pacific Economic Cooperation Telecommunications & Information Working Group (APECTEL) dan berbagai sidang di kawasan Regional dan Bilateral.

image